Menangis, sesungguhnya merupakan salah satu simbol dari Tingkatan spiritualitas seorang hamba, yang tidak terbatas sebagai ekspresi rasa sedih, kecewa, dan menyesal, namun juga sebagai luapan rasa rindu yang menggebu dari seorang hamba kepada Sang Khaliknya.
Menangis adalah ungkapan paling jujur tentang suara bathin manusia, yang melambangkan kepasrahan total seorang hamba pada Rabb-nya.
Menangis adalah fenomena universal yang menghinggapi manusia sejagat. Menangis juga merupakan peristiwa yang sangat manusiawi, namun menangis tidaklah hanya terhenti pada aspek manusiawinya belaka. Akan tetapi, bagaimana ia juga tetap berdimensi agama, yang memantulkan ketaatan seorang hamba kepada Sang Khaliknya. Maka, menangis menjadi hal yang sangat sakral.
Berbahagialah orang yang mudah menangis. Sebab, ia dapat mengecap Rahmat Allah, yakni saat-saat ia punya kesempatan untuk mengasah bhatinnya, memompakan semangat keimanannya yang kendur, mencerahkan hatinya yang tercemar, dan melongok kembali posisi kehambaan dirinya yang teramat lemah di hadapan kekuasaan Allah Rabbil Izzati.
Menangis di sini haruslah karena menyesali dosa yang pernah kita perbuat dan menangisi kehidupan kita yang senantiasa terhempas dari kesalehan.
- Banyak jatuh cinta pada tempat yang tidak benar, Menangislah...!!!
- Marah-marah tanpa sebab, Menangislah...!!!
- Sebagai suami tidak bisa jadi contoh isteri, Menangislah...!!!
- Suami tidak bisa membimbing isteri, Menangislah...!!!
- Bapak tidak bisa menjadi contoh bagi anak-anaknya, Menangislah...!!!
- Ibu yang terlalu banyak bicara tanpa produktivitas dan menyebabkan anak tidak produktif, Menangislah...!!!
- Atasan, Bawahan, Murid, Guru, Teman, tidak saling menghormati dan menyayangi, Menangislah...!!!
- Haji berkali-kali tidak menambah keimanan, Menangislah...!!!
Mari kita belajar menangis yang produktif. Sehingga, menangisnya punpenuh dengan keindahan bagi diri kita dan seluruh umat.





0 comments:
Post a Comment