Your Ad Here

Saturday, March 20, 2004

Kulepaskah Genggaman?

Kulepaskah Genggaman?

jangan salahkan kalau aku, perlahan tapi pasti, mulai berhenti berharap..
ini tentang kebiasaan..
dan bila aku sudah terbiasa dengan keadaan baruku, dimana dia tidak termasuk dan tidak lagi penting di sekelilingku, aku tidak akan merindukannya.. aku tidak akan mengharapkannya..

i'm hard to be pleased
and she's never satisfied
i'm not about to give in
and she's too demanding
it's not my mistaken
nor her
we just don't meant together..
ours simply not forever..

time is near, my dear, time is near..
time to let go what we hold on
don't worry, my dear, don't u worry..
we can handle it, coz we hold onto nothing particularly..

i'm so sorry my dear, i'm so sorry..
someday, you'll thank me for this..
for the move i took, stopping the cab before it getting too expensive to be payed..
well, one of us should take the first move..
don't hate me, coz i don't hate you... I love U so much...!!! @};--
we should never hate each other, no reason for that..

loved you, dear..
i really was..


Kepingan, Jadikah Realita???

Aku memang punya rasa padanya.
Tapi sayangnya, amat sangat tidak mungkin sekali kami bisa bersama.
Banyak, ada banyak faktor penyebabnya.
Dan ada penghalang besar yang tidak mungkin kuterabas bila aku masih ingin dianggap waras dan tidak mau kehilangan teman-teman dan saudara-saudaraku.

Lalu kudengar kabar ia masih sendiri..
Satu hal yang kuanggap mustahil terjadi, kecuali dalam angan dan benakku belaka.
Aku mengingini itu terjadi, tetapi hanya sebatas mimpi dan angan saja.

Tapi kini..
Aku bagai menapak ke dalam anganku.. Ke dalam cerita yang sebelumnya kucipta sekedar untuk memuaskan dambaku akan kebersamaan dengannya..

Aku memang punya rasa padanya.
Tapi tidak sebegitunya. Dia hanya tokoh dalam benakku. Kekasih anganku. Itu saja.

Namun, jika seandainya.......
Ada kesempatan tersodor, untuk menjadi lebih dari itu..
Mungkinkah? Maukah? Bisakah?

Dia sudah bebas kini..
Apa aku masih menginginkannya?
Apa rasaku padanya benar-benar ada?
Atau hanya dugaku yang salah saja?

2 comments:

may' said...

jikalau begitu temuilah dia
bukan karena rindu,,,
tapi untuk menjawab semua pertanyaanmu sendiri....
ingatlah hati tak bisa dibohongi
tapi khayalan terkadang bukan realita....

Anonymous said...

mencoba lebih baik daripada tidak sama sekali.whatever hasilnya yang penting usahanya dunk.buktikan bahwa perasaan itu bukan hanya khayalan semata,melainkan adalah sebuah obsesi untuk jadi kenyataan.semangat yaa!